Sabtu, 22 November 2008

Asuhan keperawatan klien dengan hipertiroid

HIPERTIROID

Definisi

Hipertiroid adalah respon jaringan-jaringan tubuh terhadap pengaruh metabolik hormon tiroid yang berlebihan.Bentuk yang umum dari masalah ini adalah penyakit graves,sedangkan bentuk yang lain adalah toksik adenoma , tumor kelenjar hipofisis yang menimbulkan sekresi TSH meningkat,tiroditis subkutan dan berbagai bentuk kenker tiroid.

Etiologi

Lebih dari 95% kasus hipertiroid disebabkan oleh penyakit graves,suatu penyakit tiroid autoimun yang antibodinya merangsang sel-sel untuk menghasilkan hormone yang berlebihan

Penyebab hipertiroid lainnya yang jarang selain penyakit graves adalah:

  • Toksisitas pada strauma multinudular
  • Adenoma folikular fungsional ,atau karsinoma(jarang)
  • Adema hipofisis penyekresi-torotropin (hipertiroid hipofisis)
  • Tomor sel benih,missal karsinoma (yang kadang dapat menghasilkan bahan mirip-TSH) atau teratoma (yang mengandung jarian tiroid fungsional)
  • Tiroiditis (baik tipe subkutan maupun hashimato)yang keduanya dapat berhubungan dengan hipertiroid sementara pada fase awal

Manisfestasi klinis

Pada stadium yang ringan sering tanpa keluhan. Demikian pula pada orang usia lanjut, lebih dari 70 tahun, gejala yang khas juga sering tidak tampak. Tergantung pada beratnya hipertiroid, maka keluhan bisa ringan sampai berat. Keluhan yang sering timbul antara lain adalah :

§ Kecemasan,ansietas,insomnia,dan tremor halus

§ Penurunan berat badan walaupun nafsu makan baik

§ Intoleransi panas dan banyak keringat

§ Papitasi,takikardi,aritmia jantung,dan gagal jantung,yang dapat terjadi akibat efek tiroksin pada sel-sel miokardium

§ Amenorea dan infertilitas

§ Kelemahan otot,terutama pada lingkar anggota gerak ( miopati proksimal)

§ Osteoporosis disertai nyeri tulang

  • Konsumsi Yodium Berlebihan

Kelenjar tiroid memakai yodium untuk membuat hormon tiroid, bila konsumsi yodium berlebihan bisa menimbulkan hipertiroid. Kelainan ini biasanya timbul apabila sebelumnya si pasien memang sudah ada kelainan kelenjar tiroidiodarone (cordarone), suatu obat yang digunakan untuk gangguan irama jantung, juga mengandung banyak yodium dan bisa menimbulkan gangguan tiroid.

ASUHAN KEPERAWATAN

1.PENGKAJIAN

* Aktifitas

gejala: Insomnia,sensitivitas meningkat

* Sirkulasi

gejala: palpitasi dan nyeri dada

tadan: disritmia,takikardi saat istirahat

* Intergritas ego

gejala: mengalami stres yang berat baik emosional maupun

tanda: emosi labil,depresi

* Makanan/cairan

gejala: kehilangan berat badan yang mendadak

tanda: pembesaran tiroid,gointer,edema non-pittingterutama daerah pretibial

* Neurosensori

gejala: bicaranya cepat dan parau,ganguan status mental dan perilaku,tremor halus pada tangan

* Pernafasan

gajala: frekuensi pernafasan meningkan,dipneu,dipsneu,dan edema paru

* Pemeriksaan diagnostik

§ Tes ambilan RAI: Meningkat pd penyakit graves & toksik goiter noduler,mnurun pd tiroiditis

§ T4 dan T3 serum: meningkat

§ T4 dan T3 bebas serum:meningkat

§ TSH: tertekan dan tidak bereson pd TRH

§ Tiroglobulin: meningkat

§ Stimulasi TRH : dikatakan tiroid jk TRH dr tidak ada sampai meningkan setelah pemberian TRH

§ Ambilan tiroid131:meningkat

§ ikatan protei iodiun : meningkat

§ gula darah:meningkat (sehubungan dengan kerusakan andrenal)

§ kortisol plasma: turun (menurunnya pengeluaran pada andrenal)

§ pemeriksaan fungsi heper : abnormal

§ elektrolit: hiponatrenia mungkin sebagai akibat dari respon andrenal atau efek dilusi dalam tera cairan pengganti.hipoklemia terjadi dengan sendiranya pada kehilangan melalui gastrointestinal

§ dan diuresis

§ katekolamin serum: menurun

§ kreatinin urine: meningkat

§ EKG: fibrilasi atrium,waktu sistolik memendek,kardio megali

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Resiko tinggi terhadap penurunan curah jantung b/d hipertiroid tidak terkontrol, keadaan hipermetabolisme; peningkatan beban kerja jantung; perubahan dalam arus balik vena dan tahan vaskuler sistemik; perubahan frekuensi, irama dan konduksi jantung.

2. Kelelahan b/d hipermetabolik dengan peningkatan kebutuhan energi; peka rangsang dari saraf sehubungan dengan gangguan kimia tubuh

3. PERENCANAAN

DP 1. Resiko tinggi terhadap penurunan curah jantung b/d hipertiroid tidak terkontrol, keadaan hipermetabolisme; peningkatan beban kerja jantung; perubahan dalam arus balik vena dan tahan vaskuler sistemik; perubahan frekuensi, irama dan konduksi jantung.

Tujuan asuhan keperawatan : mempertahankan curah jantung yang adekuat sesuai dengan kebutuhan tubuh yang ditandai dengan tanda vital stabil, denyut nadi perifer normal, pengisisan kapiler normal, stauts mental baik, tidak ada disritmia

Intervensi

Rasional

MANDIRI

  • Pantan tekanan darah pada posisi baring,duduk,&berdiri jika memungkinkan

  • Pantau CVP jika klien menggunakannya

  • Periksa adanya nyeri dada a/ angina yang dikeluhka klien

  • Auskultasi suara jantung ,perhatikan adanya bunyi jantung tambahan adanya irama gollap & murmur sistolik

  • Auskultasi suara nafas

KOLABORASI

  • Berikan cairan melalui IV sesuai dng indikasi

  • Berikan obat sesuai dng idikasi
  • Pantau hasil pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi

MANDIRI

  • Hipotensi umum dpt terjadi sbg akibat vasodilatasi perifer yg berlebihan & panurunan volome sirkulasi
  • Memberikan ukuran volume sirkulasi yg langsung & lebih akurat dan mengukur fungsi jantung secara langsung pula
  • Merupakan tanda adanya peningkatan kebutuhan oksigen oleh otot jantung
  • S1 dan murmur yg menonjol b’hub dng curah jantung meningkat pd keadaan hipermetabolikadanya S3 sbgai tanda adanya kemungkinan gagal jantung
  • Tanda awal adanya kongesti paru yg berhub dgn timbulnya gagal jantung

KOLABORASI

  • Pemberian cairan IV dng cpt perlu u/ memperbaiki volume sirkulasitetapi harus di imbangi dng perhatian terhadap tanda & gejala gagal jantung

DP 2. Kelelahan b/d hipermetabolik dengan peningkatan kebutuhan energi; peka rangsang dari saraf sehubungan dengan gangguan kimia tubuh.

Tujuan asuhan keperawatan : Megungkapkan secara verbal tentang peningkatan tingkat energi, menunjukkan perbaikan kemampuan untuk berpartisipasi dalam melakukan aktifitas.

Data penunjang : mengungkapkan sangat kekurangan energi untuk mempertahankan rutinitas umum, penurunan penampilan, labilitas/peka rangsang emosional, gugup, tegang, perilaku gelisah, kerusakan kemampuan untuk berkonsentrasi.

Intervensi

Rasional

MANDIRI

  • Pantau tanda vital & catat tanda vital baik saat istirahat maupun saat melakukan aktivitas

  • Catat berkembangnya Takipnue,dipneu,pucat,dan sianosis

  • Berikan/ciptakan lingkungan yg tenang;ruangan dingin,turunkan stimulasi sensori,warna2 yg sejuk,musik santai
  • Sarankan klien u/ mengurangi aktivitas & meningkatkan istirahat di tempat tidur sebanyak2 nya jk memungkinkan
  • Berikan tindakan yg membuat klien nyaman,separti;sentuhan

bedak yg sujuk

KOLABORASI

  • Barikan obat sesuai dengan indikasi

Ex :sedatif : fenobarbital(luminal),


MANDIRI

  • Nadi secara luas meningkat dan bahkan saat istirahat,takikar(diatas 160x/menit) mungkin akan ditamukan
  • Kebutuhan dan konsumsi oksigen akan di tingkatkan pada keadaan hipermetabolik,yg mrpakan potensial akan terjadi hipoksia saat melakukan aktivitas
  • Menurunkan stimulasi yangkemungkinan besar dpt menimbulkan agitasi,hiperaktif,dan insomni
  • Membantu malawan pengaruh dan meningkatkan metabolisme

  • Dpt menurunkan energi dlm saraf dan sulanjutnya meningkatkan rilaksasi

KOLABORASI

  • u/ mengatasi keadaan(gugup),htperktif,dan insomnia

EVALUASI

· Curah jantung adekuat sesuai dengan kebutuhan tubuh yang ditandai dengan TTV stabil, denyut nadi perifer normal, pengisian kapiler normal, status mental baik, tidak ada disritmia.

· Kemampuan untuk berpartisipasi dalam melakukan aktivitas

DAFTAR PUSTAKA

l Doenges,ME and moorhouse,MF: Rencana asuhan keperawatan,ed 3,jakarta:EGC,1999

l Price,SA and wilson,LM; Patofisiologi: konsp klinis prose-proses penyakit,vol 2,jakarta:EGC,2005

HIPERTIROID

BY:

Dwi Tri Martiana Rahayu

Hasan Azhari

Tiara Ambar wulan

Program Studi Ilmu Keperawatan

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan

Muhamadiyah Palembang

2008-2009

Tidak ada komentar: